Biodata Lengkap Iko Uwais: Umur, Agama, Keluarga, Karier, Film, dan Fakta Menarik
Biodata lengkap Iko Uwais menjadi salah satu informasi yang banyak dicari penggemar film laga Indonesia. Aktor bernama asli Uwais Qorny tersebut dikenal sebagai salah satu bintang Indonesia yang berhasil menembus industri perfilman internasional berkat kemampuan akting dan pencak silatnya.
Iko Uwais lahir di Jakarta pada 12 Februari 1983. Memasuki 2026, umur Iko Uwais adalah 43 tahun. Ia bukan hanya dikenal sebagai aktor, tetapi juga praktisi pencak silat, stunt performer, koreografer laga, produser, hingga sutradara.
Namanya mulai dikenal melalui film Merantau sebelum popularitasnya meningkat drastis setelah membintangi The Raid dan The Raid 2. Kesuksesan tersebut membuka jalan bagi Iko menuju berbagai produksi internasional, termasuk Star Wars: The Force Awakens, Mile 22, Stuber, Snake Eyes, Expend4bles, serta serial Wu Assassins.
Pada 2025–2026, perjalanan kariernya memasuki babak baru. Iko semakin aktif bekerja di balik layar melalui Uwais Pictures, rumah produksi yang mengembangkan film laga Indonesia dengan ambisi menjangkau pasar global.
Tabel Biodata Lengkap Iko Uwais
| Biodata | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Uwais Qorny |
| Nama panggung | Iko Uwais |
| Tempat lahir | Jakarta, Indonesia |
| Tanggal lahir | 12 Februari 1983 |
| Umur | 43 tahun pada 2026 |
| Zodiak | Aquarius |
| Agama | Islam |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Profesi | Aktor, pesilat, stunt performer, koreografer laga, sutradara, produser |
| Keahlian utama | Pencak silat dan koreografi pertarungan |
| Aliran/perguruan silat | Silat Tiga Berantai |
| Debut film | Merantau (2009) |
| Tahun aktif | 2007–sekarang |
| Istri | Audy Item |
| Anak | Dua putri |
| Rumah produksi | Uwais Pictures |
| Film populer | Merantau, The Raid, The Raid 2, Headshot, Mile 22, Stuber, Expend4bles |
| Serial populer | Wu Assassins |
| Media sosial resmi | Instagram @iko.uwais |
Biografi Lengkap Iko Uwais
Iko Uwais lahir dengan nama Uwais Qorny di Jakarta pada 12 Februari 1983. Ia tumbuh dengan kedekatan terhadap kebudayaan Betawi, terutama pencak silat yang kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupan dan kariernya.
Ketertarikannya terhadap bela diri sudah muncul sejak usia muda. Iko mulai mendalami pencak silat sekitar usia 10 tahun dan berlatih dalam tradisi Silat Tiga Berantai.
Latihan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan masa kecil. Iko berkembang menjadi praktisi silat dengan kemampuan teknis yang akhirnya membentuk identitas profesionalnya.
Sebelum mengenal perfilman, kehidupan Iko relatif jauh dari industri hiburan. Ia pernah menekuni sepak bola dan sempat bermain sebagai gelandang di level lokal.
Ia juga pernah bekerja sebagai pengemudi operasional di sebuah perusahaan telekomunikasi. Pada masa tersebut, menjadi bintang film internasional bukanlah bagian utama dari jalur kariernya.
Perubahan besar baru terjadi setelah kemampuannya dalam pencak silat ditemukan ketika sutradara Gareth Evans tengah melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan dokumentasi seni bela diri Indonesia.
Perjalanan Iko Uwais di Dunia Pencak Silat
Pencak silat merupakan fondasi penting dalam biodata Iko Uwais.
Jauh sebelum dikenal sebagai Rama dalam The Raid, ia telah bertahun-tahun menjalani latihan bela diri. Kemampuannya bahkan pernah membawanya mengikuti kegiatan dan kompetisi pencak silat.
Pada 2003, Iko tercatat mendapatkan posisi ketiga dalam kejuaraan antarperguruan di Jakarta. Dua tahun kemudian, ia memperoleh predikat penampilan terbaik kategori dewasa tunggal pada sebuah festival pencak silat.
Pengalaman tersebut membentuk kemampuan fisik dan pemahaman mendalam mengenai teknik pertarungan.
Ketika kemudian memasuki dunia perfilman, Iko tidak sekadar menjadi aktor yang mempelajari beberapa gerakan bela diri untuk kebutuhan adegan. Ia sudah memiliki dasar sebagai praktisi pencak silat.
Kemampuan inilah yang membuatnya juga dipercaya menangani koreografi pertarungan dalam berbagai proyek.
Awal Karier Sebelum Menjadi Aktor Terkenal
Pertemuan Iko Uwais dengan Gareth Evans sekitar 2007 menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Kala itu, Gareth melihat kemampuan Iko ketika melakukan dokumentasi mengenai pencak silat. Potensi Iko sebagai seorang praktisi bela diri yang memiliki daya tarik di depan kamera kemudian menarik perhatian.
Iko akhirnya memperoleh kesempatan memasuki dunia perfilman.
Langkah tersebut membutuhkan perubahan besar. Ia meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan mulai belajar bagaimana gerakan pencak silat dapat diterjemahkan menjadi aksi yang efektif untuk kamera.
Tidak setiap teknik yang efektif dalam pertandingan atau latihan otomatis menarik ketika divisualisasikan dalam film. Karena itu, Iko juga berkembang dalam memahami ritme, sudut kamera, tempo, dan koreografi.
Kesempatan tersebut akhirnya menghasilkan film debutnya, Merantau.
Merantau Menjadi Film Pertama Iko Uwais
Merantau dirilis pada 2009 dan menjadi film pertama Iko Uwais sebagai aktor.
Dalam film tersebut, ia berperan sebagai Yuda, pemuda Minangkabau yang meninggalkan kampung halaman dalam perjalanan merantau.
Untuk mendalami karakter, Iko juga mempelajari unsur silat Harimau Minangkabau.
Merantau menjadi tahap pertama dalam memperkenalkan gaya aksi Iko kepada penonton. Film tersebut juga menjadi awal kerja samanya dengan Gareth Evans dalam menciptakan film laga yang mengandalkan pencak silat sebagai kekuatan utama.
Film debut itu kemudian membuka jalan menuju proyek yang jauh lebih besar.
The Raid Membawa Iko Uwais Mendunia
Nama Iko Uwais benar-benar mendapat perhatian luas setelah tampil sebagai Rama dalam The Raid.
Film tersebut menampilkan pendekatan laga yang sangat mengandalkan pertarungan jarak dekat. Pencak silat menjadi elemen penting yang memberikan identitas berbeda dibandingkan banyak film laga lainnya.
Karakter Rama kemudian menjadi salah satu peran paling identik dengan Iko.
Kesuksesan The Raid berlanjut melalui The Raid 2 pada 2014. Iko kembali tampil sebagai Rama dalam cerita dengan skala lebih luas serta koreografi aksi yang semakin kompleks.
Dua film itu membuka banyak kesempatan baru.
Industri internasional mulai melihat Iko sebagai aktor laga dengan kemampuan yang tidak hanya berhubungan dengan akting, tetapi juga koreografi dan eksekusi adegan pertarungan.
Masuk ke Film Hollywood dan Produksi Internasional
Setelah The Raid, perjalanan internasional Iko Uwais berkembang cukup cepat.
Ia tampil dalam Man of Tai Chi yang menjadi debut penyutradaraan Keanu Reeves. Kesempatan lebih besar kemudian datang melalui Star Wars: The Force Awakens pada 2015.
Dalam film tersebut, Iko memainkan karakter Razoo Qin-Fee bersama dua pesilat sekaligus aktor Indonesia lainnya, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Meski tampil dalam kapasitas relatif singkat, kehadirannya dalam waralaba sebesar Star Wars menunjukkan luasnya jangkauan karier yang berhasil dibangun Iko.
Setelah itu, ia tampil dalam berbagai proyek lain.
Iko membintangi Headshot sebagai Ishmael atau Abdi, kemudian memainkan Sua dalam Beyond Skyline.
Pada 2018, ia mendapatkan peran penting sebagai Li Noor dalam Mile 22. Pada tahun yang sama, ia juga muncul sebagai Arian dalam The Night Comes for Us.
Wu Assassins hingga Expend4bles
Karier Iko kemudian berkembang ke dunia serial melalui Wu Assassins.
Dalam serial tersebut, Iko memainkan karakter utama bernama Kai Jin. Peran ini menarik karena menggabungkan unsur laga, fantasi, dan kemampuan bela diri yang telah menjadi ciri khasnya.
Karakter Kai Jin kembali hadir dalam film Fistful of Vengeance.
Iko juga tampil dalam film komedi laga Stuber sebagai Oka Tedjo. Peran tersebut menunjukkan bahwa ia mampu membawa kemampuan bela dirinya ke pendekatan film yang lebih ringan.
Karier internasionalnya kemudian berlanjut melalui Snake Eyes: G.I. Joe Origins. Dalam film tersebut, ia memainkan Hard Master.
Pada 2023, Iko bergabung dalam Expend4bles dan memerankan Rahmat, mempertemukannya dengan sejumlah aktor laga internasional.
Kemudian pada 2025, Iko muncul dalam film fiksi ilmiah Ash sebagai Adhi.
Wings of Dread dan Karier Terbaru Iko Uwais 2026
Salah satu perkembangan terbaru dalam karier Iko Uwais pada 2026 adalah keterlibatannya dalam film aksi Tiongkok Wings of Dread.
Film tersebut resmi tersedia di Tiongkok mulai 3 Juli 2026.
Menariknya, Iko tampil sebagai karakter antagonis utama. Ia berhadapan dengan karakter polisi udara yang dimainkan Ashton Chen dalam cerita mengenai pembajakan pesawat.
Peran tersebut memberikan variasi baru dalam filmografi Iko karena penonton lebih sering melihatnya sebagai protagonis atau karakter yang berada di sisi utama cerita.
Hingga 2026, sejumlah proyek lain juga tercatat berada dalam berbagai tahap pengembangan atau produksi. Karena jadwal proyek film dapat berubah, informasi mengenai tanggal rilis produksi mendatang tetap perlu mengikuti pengumuman resmi masing-masing proyek.
Iko Uwais Menjadi Sutradara
Setelah hampir dua dekade berkecimpung dalam produksi film, Iko Uwais mulai mengambil tanggung jawab yang lebih besar di belakang kamera.
Salah satu pencapaian penting adalah debut penyutradaraannya melalui film Timur.
Film tersebut menjadi proyek penting Uwais Pictures dan menampilkan Iko sebagai sutradara sekaligus pemeran utama.
Timur memiliki durasi sekitar 101 menit dan dirilis pada 18 Desember 2025. Film bergenre aksi, drama, perang, dan thriller tersebut menjadi penanda transformasi Iko dari seorang aktor laga menjadi pembuat film dengan tanggung jawab kreatif yang lebih luas.
Menjadi sutradara juga memberi kesempatan kepadanya untuk menerapkan pengalaman dari berbagai produksi internasional ke dalam film Indonesia.
Uwais Pictures dan Langkah sebagai Produser
Iko semakin serius membangun industri film melalui Uwais Pictures.
Rumah produksi tersebut berfokus pada pengembangan film laga Indonesia yang menggabungkan koreografi pertarungan, standar produksi, keselamatan pemain, dan penceritaan sinematik.
Salah satu proyek utamanya adalah Timur.
Uwais Pictures juga mengembangkan Ikatan Darah, film laga berdurasi sekitar 119 menit yang dirilis pada 30 April 2026. Proyek lainnya adalah Pasung, yang masuk dalam jajaran produksi perusahaan tersebut.
Langkah ini memperlihatkan perubahan besar dalam profil profesional Iko.
Ia tidak lagi sekadar menunggu peran yang ditawarkan. Melalui rumah produksinya, ia mempunyai ruang untuk mengembangkan proyek, membangun tim, serta ikut menentukan arah film laga yang ingin dibuat.
Kehidupan Pribadi dan Keluarga Iko Uwais
Dalam kehidupan pribadi, Iko Uwais menikah dengan penyanyi Audy Item.
Pernikahan mereka berlangsung pada 25 Juni 2012 di Jakarta.
Dari pernikahan tersebut, Iko dan Audy dikaruniai dua orang putri, yaitu Atreya Syahla Putri Uwais dan Aneska Layla Putri Uwais.
Di tengah kesibukan syuting dan produksi film yang kerap membawanya bekerja lintas negara, keluarga tetap menjadi bagian penting dari kehidupan Iko.
Ia juga sesekali membagikan momen bersama keluarga melalui media sosial resminya.
Prestasi dan Pencapaian Iko Uwais
Salah satu pencapaian terpenting Iko Uwais adalah keberhasilannya membawa latar belakang pencak silat menjadi modal untuk membangun karier internasional.
Perjalanannya dari Merantau menuju The Raid merupakan fondasi utama.
Setelah itu, kehadirannya di berbagai produksi internasional memperlihatkan konsistensi yang jarang dicapai aktor laga asal Indonesia.
Ia pernah bekerja dalam film Hollywood, produksi Asia, serial internasional, hingga waralaba besar.
Lebih dari itu, Iko tidak membatasi dirinya sebagai pemain.
Ia menjadi stunt performer, koreografer laga, produser, dan akhirnya sutradara.
Melalui Uwais Pictures, pencapaiannya kini berkembang dari keberhasilan individu menuju upaya membangun produksi film laga Indonesia sendiri.
Fakta Menarik Iko Uwais
1. Nama aslinya adalah Uwais Qorny
Nama Iko Uwais kemudian menjadi nama yang dikenal luas dalam perjalanan profesionalnya.
2. Belajar silat sejak kecil
Iko mulai mendalami pencak silat sekitar usia 10 tahun.
3. Silat menjadi pintu menuju dunia film
Kemampuan pencak silatnya membuat Iko memperoleh kesempatan bertemu dan bekerja bersama Gareth Evans.
4. Pernah bekerja di luar industri hiburan
Sebelum menjadi aktor, ia pernah bekerja sebagai pengemudi operasional.
5. Merantau merupakan debut filmnya
Karakter Yuda menjadi peran layar lebar pertama Iko pada 2009.
6. Rama menjadi karakter yang paling identik dengannya
Peran tersebut muncul dalam The Raid dan The Raid 2.
7. Pernah tampil dalam Star Wars
Iko memainkan Razoo Qin-Fee dalam Star Wars: The Force Awakens.
8. Tidak hanya menguasai akting
Iko juga memiliki pengalaman sebagai stunt performer dan koreografer pertarungan.
9. Mendirikan rumah produksi sendiri
Uwais Pictures menjadi bagian penting dari fase terbaru kariernya.
10. Sudah menjadi sutradara film
Timur menandai debut penyutradaraan Iko Uwais.
Jejak Digital dan Media Sosial Iko Uwais
Iko Uwais memiliki akun Instagram resmi @iko.uwais.
Hingga 2026, akun tersebut telah memiliki sekitar dua juta pengikut, memperlihatkan besarnya jangkauan digital Iko yang tidak hanya berasal dari penggemar Indonesia.
Media sosialnya digunakan untuk membagikan kegiatan profesional, proyek film, aktivitas bersama keluarga, latihan, hingga berbagai kegiatan lainnya.
Popularitas The Raid, Wu Assassins, Mile 22, Stuber, dan berbagai film internasional membuat basis penggemarnya tersebar di banyak negara.
Iko Uwais dan Perjalanan dari Pesilat Menjadi Sineas
Biodata lengkap Iko Uwais memperlihatkan perjalanan karier yang tidak biasa.
Berawal dari seorang anak Jakarta yang belajar pencak silat sejak kecil, ia berkembang menjadi praktisi bela diri sebelum akhirnya ditemukan dan memasuki dunia film.
Merantau menjadi pintu pertama. The Raid kemudian mengubah jangkauan kariernya secara drastis dan membawanya menuju produksi internasional.
Setelah membintangi berbagai film Hollywood dan Asia, fase karier Iko kembali berkembang melalui penyutradaraan serta pendirian Uwais Pictures.
Pada usia 43 tahun pada 2026, Iko Uwais kini bukan hanya dikenal sebagai aktor laga. Ia telah berkembang menjadi koreografer, produser, dan sutradara yang berupaya membawa pengalaman internasionalnya ke dalam pengembangan perfilman laga Indonesia.
FAQ tentang Iko Uwais
Q: Siapa nama asli Iko Uwais?
A: Nama asli Iko Uwais adalah Uwais Qorny.
Q: Kapan Iko Uwais lahir?
A: Iko Uwais lahir di Jakarta pada 12 Februari 1983.
Q: Berapa umur Iko Uwais pada 2026?
A: Iko Uwais berusia 43 tahun pada 2026.
Q: Apa agama Iko Uwais?
A: Iko Uwais diketahui memeluk agama Islam.
Q: Siapa istri Iko Uwais?
A: Istri Iko Uwais adalah penyanyi Audy Item. Mereka menikah pada 25 Juni 2012.
Q: Berapa anak Iko Uwais?
A: Iko Uwais dan Audy Item memiliki dua orang putri.
Q: Apa film pertama Iko Uwais?
A: Film pertama Iko Uwais adalah Merantau yang dirilis pada 2009.
Q: Apa film yang membuat Iko Uwais terkenal?
A: Namanya dikenal secara internasional terutama setelah memerankan Rama dalam The Raid dan The Raid 2.
Q: Apakah Iko Uwais benar-benar bisa pencak silat?
A: Ya. Iko sudah mempelajari pencak silat sejak kecil dan memiliki pengalaman dalam kompetisi serta pertunjukan silat sebelum menjadi aktor.
Q: Apa film terbaru Iko Uwais pada 2026?
A: Salah satu film internasional terbarunya adalah Wings of Dread, film aksi Tiongkok yang mulai tersedia pada 3 Juli 2026 dan menampilkan Iko sebagai antagonis.
Q: Apakah Iko Uwais mempunyai rumah produksi sendiri?
A: Ya. Iko mengembangkan Uwais Pictures, rumah produksi yang berfokus pada film laga Indonesia dan telah mengembangkan proyek seperti Timur, Ikatan Darah, dan Pasung.
Q: Apakah Iko Uwais sudah menjadi sutradara?
A: Ya. Iko melakukan debut penyutradaraan film melalui Timur, yang dirilis pada Desember 2025.









